Kemendikdasmen Tegaskan Pentingnya Implementasi Catur Pusat Pendidikan pada Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua” kini diperkuat melalui Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026. Melalui kebijakan ini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menekankan bahwa budaya sekolah adalah kunci utama mencapai standar pendidikan ideal. Sekolah harus bisa menjadi “Rumah Kedua” yang bebas dari perundungan sekaligus menjadi tempat yang nyaman bagi siswa untuk eksplorasi potensi mereka.
Agar hal tersebut dapat terwujud, diperlukan sinergi yang dikenal dengan nama “Catur Pendidikan”
Apa Itu Catur Pusat Pendidikan?
Konsep Catur Pusat Pendidikan sendiri membagi tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. Tanggung jawab ini sendiri dibagi menjadi empat pilar utama yang berkaitan, yaitu:
- Sekolah: Kepala sekolah sebagai teladan dan guru sebagai deteksi dini dini pelanggaran.
- Murid: Menjadi “Sahabat” yang mengedepankan kerukunan antar sesama.
- Orang Tua: Menyelaraskan pola asuh di rumah dengan nilai karakter di sekolah.
- Masyarakat & Media: Menciptakan lingkungan sekitar yang kondusif dan menyajikan konten edukatif.
Empat fondasi utama dalam aturan baru ini mencakup pemenuhan kebutuhan spiritual, perlindungan fisik (terutama bagi siswa difabel), keamanan sosiokultural bagi semua lapisan, serta etika dalam dunia digital.
Sebagai bentuk dukungan nyata, penerbit Yudhistira menghadirkan buku pelajaran dan pengayaan yang disusun berbasis Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Melalui buku berkualitas yang menanamkan nilai karakter, Yudhistira siap mendukung terwujudnya ekosistem pendidikan yang aman, nyaman dan bermartabat.