Efek Banjir Sumut: Kemdiktisaintek Pastikan Perkuliahan Tetap Berjalan & Siapkan Bantuan
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Komisi X DPR RI bergerak cepat memantau dampak banjir yang melanda Sumatera Utara pada akhir tahun 2025. Fokus utamanya satu: Memastikan pendidikan tidak terhenti pada saat bencana melanda.
Berikut adalah poin-poin penting hasil kunjungan kerja di Medan:
1. 28 “Kampus Posko” untuk penanganan darurat.
Hingga akhir Desember, pemerintah telah mendirikan 28 Kampus Posko di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar. Didukung oleh 61 perguruan tinggi, posko ini menyediakan layanan kesehatan hingga bantuan sosial bagi warga dan mahasiswa terdampak.
2. Ribuan Tenaga Medis & Relawan Turun Ke Lapangan
Melaksanakan aksi di lapangan dengan bantuan:
- 2.260 Dokter dan 1.267 Tenaga Kesehatan.
- 219 Relawan khusus untuk pendidikan darurat.
3. Jaminan Keberlanjutan Studi
Dirjen Saintek, Ahmad Najib Burhani, menegaskan bahwa mahasiswa yang memiliki keluarga terdampak banjir akan menerima perhatian khusus, terutama dalam hal biaya pendidikan. Tujuannya agar tidak ada mahasiswa yang putus sekolah karena kendala ekonomi pascabencana.
4. Riset Mitigasi Untuk Masa Depan
Bukan hanya bantuan logistik, perguruan tinggi kini dikerahkan untuk memperkuat riset mitigasi bencana. Dengan tujuan agar kedepannya, sistem pendidikan dan wilayah Sumut lebih tangguh menghadapi bencana.
Di tengah masa pemulihan pascabencana, akses terhadap materi belajar yang berkualitas tetap menjadi prioritas. Yudhistira Ghalia Indonesia turut berempati dan mendukung penuh upaya pemerintah dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di wilayah terdampak.